Gempa Tektonik Mengguncang Sukabumi, Jawa Barat
Pada Jumat, 26 September 2025, sekitar pukul 18.24 WIB, wilayah Sukabumi, Jawa Barat diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 2,9. Peristiwa ini tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai gempa dangkal yang berasal dari aktivitas sesar aktif. Titik pusat gempa berada di darat dengan koordinat 6,76 derajat Lintang Selatan dan 106,6 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 25 kilometer arah timur laut Kabupaten Sukabumi.
Menurut keterangan dari Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, gempa kali ini memiliki kedalaman 8 kilometer. Meskipun magnitudo relatif kecil, dampaknya dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah. Intensitas gempa berkisar antara II hingga III MMI, yang berarti guncangan hanya terasa oleh beberapa orang di dalam rumah dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Beberapa warga juga mengaku merasakan sensasi seperti ada truk yang melewati rumah mereka.
Di daerah Kabandungan, intensitas gempa mencapai skala III MMI, sedangkan di Pamijahan dan Kalapanunggal, intensitasnya berkisar antara II-III MMI. Dampak ini menunjukkan bahwa meskipun gempa tidak terlalu besar, tetap perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Gempa dengan magnitudo 2,9 ini disebut sebagai gempa susulan yang terjadi setelah gempa besar sebelumnya dengan magnitudo 4,0 pada 20 September 2025, pukul 23.47 WIB. Hingga saat ini, total gempa susulan yang terjadi sebanyak 50 kali. Gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 3,8, sementara yang terlemah hanya 1,9. BMKG menyarankan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Beberapa menit sebelum gempa dengan magnitudo 2,9, wilayah Kabandungan juga diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 2,5. Peristiwa ini terjadi pada pukul 17.55 WIB. Titik pusat gempa berada di darat dengan koordinat 6,76 derajat Lintang Selatan dan 106,58 derajat Bujur Timur. Lokasi gempa ini juga berjarak sekitar 25 kilometer arah timur laut Kabupaten Sukabumi.
Gempa dengan magnitudo 2,5 ini memiliki kedalaman 7 kilometer dan juga berasal dari aktivitas sesar aktif. Dampaknya dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kabandungan. Intensitas gempa berkisar antara II hingga III MMI, mirip dengan gempa sebelumnya. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan parah, gempa-gempa ini menjadi pengingat penting untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana alam.
BMKG terus memantau perkembangan gempa dan memberikan informasi secara berkala kepada masyarakat. Mereka juga mengimbau agar warga tidak panik dan tetap mengikuti petunjuk serta rekomendasi dari pihak berwenang. Dengan adanya pemantauan yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi.
