Daerah  

Pertamina Bongkar 3 Hoaks Populer di Media Sosial, Mulai dari SPBU Terbakar hingga Video Viral Lumajang


Penjelasan Pertamina tentang Berita Hoaks Terkait Kelangkaan BBM

PT Pertamina Patra Niaga kini menjadi topik utama yang dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta, yang kemudian memicu kebijakan impor yang diatur melalui Pertamina. Dalam situasi seperti ini, banyak informasi yang beredar dan bisa menimbulkan kebingungan serta ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Pertamina merasa perlu untuk memberikan klarifikasi mengenai berbagai informasi yang dianggap sebagai hoaks. Mereka menyatakan bahwa penyebaran informasi palsu ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik perusahaan dan pemerintah. Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan teliti dalam menghadapi informasi yang beredar.

Jenis-Jenis Hoaks yang Beredar

Selain isu pembatasan pengisian BBM, Pertamina juga menemukan berbagai jenis hoaks lainnya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Rekrutmen fiktif yang meminta biaya: Banyak orang mungkin mendapatkan pesan atau tawaran kerja yang tidak jelas asalnya dan meminta biaya tertentu.
  • Kabar mobil tangki Pertamina mengisi di SPBU swasta: Informasi ini tidak benar, karena pengisian BBM di SPBU swasta tetap dilakukan sesuai aturan.
  • Informasi palsu terkait harga BBM: Harga BBM yang beredar di media sosial sering kali tidak akurat dan bisa menyesatkan.

Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui

Berikut beberapa hoaks yang telah ditegaskan oleh Pertamina beserta fakta sebenarnya:

1. Pembatasan Pengisian BBM untuk Mobil dan Motor

Pertamina menegaskan bahwa informasi tentang pembatasan pengisian BBM hingga 7 hari untuk mobil dan 4 hari untuk motor, serta larangan bagi penunggak pajak kendaraan, adalah hoaks. Penyaluran BBM, terutama BBM subsidi, tetap berlangsung sesuai ketentuan pemerintah. Mekanisme yang digunakan dirancang agar lebih tepat sasaran dan transparan. Hal ini juga sudah disampaikan oleh Kementerian ESDM melalui juru bicaranya.

2. Kebakaran SPBU Akibat Pembatasan BBM

Video yang menyebutkan bahwa kebakaran SPBU terjadi akibat kebijakan pembatasan BBM adalah hoaks. Video tersebut sebenarnya merupakan rekaman lama dari insiden kebakaran SPBU di Aceh pada tahun 2024. Tidak ada hubungan antara video tersebut dengan kebijakan BBM saat ini.

3. Video Viral di Lumajang

Beberapa narasi menyebutkan bahwa masyarakat menggeruduk SPBU di Lumajang. Namun, Pertamina menjelaskan bahwa informasi ini tidak benar. Kejadian sebenarnya terjadi pada Rabu, 17 September 2025, ketika ada karnaval di Desa Sentul, Lumajang. Karena hujan deras, para penonton berdesakan untuk berteduh di area SPBU yang telah tutup sejak pukul 21.00 WIB.

Pertamina menegaskan bahwa keributan yang terjadi bukan disebabkan oleh layanan SPBU, melainkan akibat pengaruh minuman keras. Selain itu, tidak ada penjarahan atau kerusakan, hanya sampah yang berserakan keesokan harinya.

Ajakan untuk Selalu Memastikan Kebenaran Informasi

Pertamina terus mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi perusahaan. Mereka menyarankan masyarakat untuk menghubungi Pertamina Call Center 135 atau mengikuti akun media sosial resmi Pertamina. Dengan demikian, masyarakat dapat mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hoaks yang beredar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *