Kasus Keracunan Massal di SMKN 1 Cihampelas: Korban Terus Bertambah
Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, semakin memprihatinkan. Jumlah korban terus meningkat, hingga Rabu malam (24/9/2025), tercatat sebanyak 163 siswa yang mengalami dampak dari kejadian ini.
Berdasarkan data terbaru yang diperoleh, hingga pukul 21.15 WIB, sebanyak 64 siswa dirujuk ke berbagai rumah sakit dan puskesmas, sedangkan 92 siswa telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, ada tujuh siswa yang masih menjalani perawatan di posko darurat.
Daftar Rumah Sakit dan Puskesmas yang Menangani Korban
Berikut adalah rincian jumlah siswa yang dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan:
- RSUD Cililin: 19 orang
- Puskesmas DTP Cililin: 11 orang
- Puskesmas Cihampelas: 6 orang
- RSIA Azzahra Batulayang: 11 orang
- Klinik Yakin: 4 orang
- RS Dustira: 2 orang
- RS Karisma: 5 orang
- Praktek dr. Arvan: 2 orang
- RS Unggul Karsa: 1 orang
- Klinik Harapan Batujajar: 1 orang
- Puskesmas DTP Batujajar: 2 orang
Untuk menghadapi lonjakan jumlah korban, sejumlah ambulans siaga disiapkan di Kantor Desa Mekarmukti, tempat posko utama penanganan dibangun. Beberapa siswa dengan kondisi yang memburuk langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, seperti RS Karisma Padalarang.
Bantuan dari Berbagai Pihak
Selain tenaga medis, berbagai pihak turut berpartisipasi dalam menangani situasi ini. Tim gabungan dari aparat TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, serta pemuda setempat dikerahkan untuk membantu menyiapkan logistik bagi para korban dan keluarga mereka.
Para petugas bekerja secara intensif untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, termasuk makanan, air minum, serta perlengkapan kesehatan. Selain itu, tim juga memberikan dukungan psikologis kepada siswa dan keluarga yang terdampak.
Upaya Pemkab Bandung Barat
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan intensif terhadap para siswa yang terdampak. Proses investigasi terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kasus keracunan ini.
Seluruh pihak berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para siswa, serta memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Diharapkan, kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan program kesehatan dan gizi di lingkungan sekolah.
