Daerah  

52 Kabupaten di Sumatra Butuh Transportasi Perintis Pasca Banjir


Transportasi Perintis sebagai Solusi Pemulihan Daerah Terdampak Banjir di Sumatera

Sebanyak 52 kabupaten di Pulau Sumatera masih mengalami dampak yang cukup parah akibat banjir. Meski kondisi bencana telah berlalu, banyak daerah tersebut belum sepenuhnya pulih, terutama dalam hal transportasi. Hal ini menyebabkan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak menjadi sangat terbatas.

Djoko Setijowarno, seorang pengamat transportasi dan Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, menilai bahwa layanan transportasi perintis bisa menjadi solusi penting dalam pemulihan daerah yang terkena dampak bencana alam. Ia menekankan perlunya segera dialokasikan anggaran APBN untuk layanan transportasi perintis, baik untuk angkutan orang maupun barang.

Menurut Djoko, layanan transportasi perintis harus tersedia mulai dari fase darurat hingga masa pemulihan. Ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas ke daerah-daerah yang masih tertutup akibat kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan. “Untuk mendukung 52 pemerintah daerah di Sumatera yang terdampak bencana alam, diperlukan segera alokasi APBN untuk layanan transportasi perintis (orang dan barang). Layanan ini harus tersedia mulai dari fase darurat, transisi, hingga pemulihan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama sebelum layanan transportasi perintis dapat beroperasi. “Transportasi perintis ini beroperasi setelah jaringan jalan dan jembatan terhubung, sementara ekonomi belum membaik, sehingga diperlukan transportasi perintis sampai ekonomi mereka pulih di 52 pemda. Oleh sebab itu, mulai sekarang perlu direncanakan dan mendapat alokasi anggaran untuk dampak bencana alam,” katanya.

Selain itu, Djoko menyarankan agar layanan angkutan gratis disediakan bagi warga di 52 kabupaten tersebut. Layanan ini mencakup Angkutan Perkotaan, Angkutan Pedesaan, dan Angkutan Antar Kota. Penyediaan angkutan umum gratis akan membantu masyarakat kembali bekerja, bersekolah, mengakses pasar, serta mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi.

Pemulihan ekonomi lokal dapat lebih cepat tercapai jika mobilitas warga tidak terhambat oleh biaya transportasi. Dengan adanya layanan angkutan gratis, masyarakat akan lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara bertahap.

Perlu adanya rencana jangka panjang dan komitmen dari pemerintah untuk memastikan bahwa layanan transportasi perintis dan angkutan gratis dapat berjalan efektif. Selain itu, koordinasi antar lembaga dan instansi terkait juga sangat penting agar semua upaya pemulihan dapat berjalan secara terpadu dan maksimal.

Dalam situasi seperti ini, transportasi tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga menjadi kunci pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan penanganan yang tepat, daerah-daerah terdampak banjir di Sumatera dapat segera bangkit dan kembali stabil.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *