DaerahNews

Tim Investigasi Kanwil Turun Lokasi, Proyek RKB SBSN 2024 MAN Sumenep Diduga Cacat Mutu dan Kwalitas


Foto : Pekerjaan bangunan gedung RKB SBSN 2024 MAN Sumenep

SUMENEP, Awas.com| Di balik megahnya rencana pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, tersembunyi sebuah misteri yang menggemparkan. Proyek senilai 3,401 miliar rupiah ini diwarnai dengan mangkraknya pembangunan selama beberapa Minggu, yang cacat mutu dan mengkhawatirkan karena minimnya pengawasan yang membahayakan para pekerja.(6/7/2024)

Awalnya, proyek ini melaju bak kuda pacu. Pembangunan Gedung RKB SBSN 2024 MAN Sumenep diharapkan segera rampung untuk menyambut para siswa baru. Namun, harapan itu sirna seketika ketika proyek tiba-tiba terhenti. Para pekerja menghilang, material terbengkalai, dan lokasi proyek diselimuti kesunyian yang mencekam.

Berita miring mulai beredar, bisikan-bisikan tentang cacat mutu dan minimnya pengawasan merebak di tengah masyarakat. Kekhawatiran semakin memuncak ketika foto-foto yang memperlihatkan retakan pada tembok dan beton yang rapuh beredar di media sosial.

Rasyid, seorang aktivis pemerhati kebijakan, angkat suara. Ia menumpahkan keprihatinannya atas situasi yang memprihatinkan ini.

  • “Ini bukan hanya membahayakan para pekerja, tetapi juga menghambat masa depan pendidikan anak-anak Sumenep,” tegasnya.

Desakan demi desakan dari masyarakat, aktivis, dan media terus mengalir. Ia meminta pihak Kanwil Provinsi Jawa Timur turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Akhirnya, jeritan itu didengar yang dibuktikan dengan datangnya Tim investigasi dari Kanwil dan turun ke lokasi proyek. Mereka meneliti setiap sudut bangunan, dan berkomunikasi dengan para pekerja untuk mengumpulkan berbagai bukti.

Hasil investigasi bagaikan bom yang meledak. Terungkaplah borok minimnya pengawasan yang menjadi biang keladi mangkraknya proyek dan cacat mutunya. Penyedia proyek lalai dalam menegakkan standar K3, membahayakan keselamatan para pekerja.

Temuan ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Kasus ini membuka mata kita tentang pentingnya pengawasan yang ketat dan dibutuhkan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan.

Kasus MAN Sumenep ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kita harus bahu membahu untuk memastikan agar proyek pembangunan di masa depan berjalan dengan aman, lancar, dan bertanggung jawab. Masa depan pendidikan generasi penerus bangsa tidak boleh dipertaruhkan oleh kelalaian dan keserakahan segelintir oknum.

Dalam catatannya Rasyid menegaskan, Kasus ini merupakan contoh nyata bagaimana minimnya pengawasan dapat membahayakan pekerja, menghambat proyek, dan merugikan masyarakat.

  • ” Pentingnya penerapan K3 yang ketat dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang transparan terkait proyek pembangunan di lingkungan mereka.”

Lebih lanjut dikatakan olehnya semua harus bersinergi untuk memastikan proyek pembangunan berjalan dengan aman, lancar, dan bertanggung jawab.

  • ” Mari kita jadikan kasus ini sebagai momentum dalam membangun budaya kerja yang lebih baik dan berintegritas, demi masa depan bangsa yang lebih gemilang.”ujar Rasyid.

Sekedar untuk diketahui, pada pada tanggal 12 – 06 – 24 media pernah menanyakan tentang pekerjaan dimaksud terhadap pihak sekolah.

Namun Komite dan Kepala Sekolah yang senada menuturkan kalau pekerjaan itu dari Kementerian Pusat. Jadi pihak sekolah hanya menerima manfaatnya saja.

  • ” Semuanya dari Kanwil Jawa Timur yang ngurus, Mas,” jelas Ketua Komite yang diamini oleh Kasek, Hairuddin.

Sampai berita ini tayang media masih belum bisa menghubungi pihak Kontraktor, namun selanjutnya akan tetap diupayakan untuk mendapatkan klarifikasi.

[ MYD ]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *